Sabtu, 01 Februari 2014

Pengertian dan fungsi gunung

Gunung didefinisikan sebuah  bentuk tanah yang menonjol di atas wilayah sekitarnya dan Ensiklopedi Britannica mensyaratkan ketinggian 2000 kaki (610 m) agar bisa didefinisikan sebagai gunung. Beberapa waktu yang lalu, letusan Eyjafjallajokull di Islandia  telah menggusarkan negara Eropa dan dunia saat letusan pertama terjadi yang menghamburkan debu setinggi 11 kilometer ke udara dan menghalang banyak penerbangan ke Eropah. Selama enam hari larangan itu, penerbangan dunia mengalami kerugian AS$1.7 bilion. Belum lagi kerugian lain dikaitkan dengan penundaan penerbangan.
Pemberitaan diatas adalah kerugian-kerugian yang timbul akibat adanya gunung “yang meletus”. Perlu kiranya kita melihat keberadaan gunung dari sisi kemanfaatan atau fungsinya.
Fungsi Gunung antara lain :
1). Penahan Goncangan
QS An Nahl 015
Artinya : “Dan Dia menancapkan gunung-gunung di bumi supaya bumi itu tidak goncang bersama kamu, (dan Dia menciptakan) sungai-sungai dan jalan-jalan agar kamu mendapat petunjuk”QS Al Anbiyaa’ 031
Artinya : ” Dan telah Kami jadikan di bumi ini gunung-gunung yang kokoh supaya bumi itu (tidak) goncang bersama mereka, dan telah Kami jadikan (pula) di bumi itu jalan-jalan yang luas, agar mereka mendapat petunjuk”
Memangnya bumi kita bergoncang ?
Setelah peristiwa tsunami di Aceh yang demikian menghancurkan dan ramai di pemberitaan serta seminar, terbukalah wawasan masyarakat Indonesia tentang istilah lempeng tepatnya lempeng indo-australi dan eurasia. Lempeng-lempeng tersebut ‘mengapung’ seperti perahu di atas cairan yang kental (pada lapisan mantel) dan terus bergerak dan terjadi tabrakan atau tumbukan antar mereka sehingga terjadi goncangan.
Struktur bumi dari yang paling dalam, Inti dalam, Inti Luar, Mantel dan Kerak Bumi. Lapisan Inti dalam merupakan lapisan yang paling panas, berurutan menurun suhunya sampai kerak bumi. Kita tengok struktur internal bumi yang kita huni sekarang ini !
Pada lapisan mantel (mantle)  berupa cairan kental, sedangkan kerak bumi berupa lapisan yang keras yang “mengapung” diatas mantel adalah kerak bumi dimana lempeng benua dan samudra berada. Lempeng-lempeng tersebut dan batasnya dapat kita lihat pada gambar berikut !
Batas bergaris merah menunjukkan adanya tumbukan sedangkan garis hijau lempeng terus menjauh. Dua lempeng yang mengalami tumbukan salah satunya dapat digambarkan seperti pada gambar berikut !
Terlihat munculnya deretan gunung berapi pada daerah tumbukan lempeng tersebut.
Dan di daerah tersebut akan sering mengalami goncangan-goncangan atau gempa bumi. Dari peristiwa diatas lokasi-lokasi gunung berapi dan  gempa bumi di bumi sebagaimana gambar berikut !
Keberadaan gunung bertanda segitiga merah, sedangkan lokasi gempa bumi pada lingkaran hitam. Pada peristiwa tumbukan diatas, bagian benua yang lebih tebal seperti pada jajaran pegunungan, kerak bumi akan terbenam lebih dalam ke dalam lapisan magma. Dengan perpanjangannya yang menghujam jauh ke dalam maupun ke atas permukaan bumi, gunung-gunung menggenggam lempengan-lempengan kerak bumi yang berbeda, layaknya pasak. Fungsi/peran gunung seperti ini diungkapkan melalui sebuah perumpamaan sebagai “pasak” dalam Al Qur’an Surat An Nabaa Ayat 7 “dan gunung-gunung sebagai pasak?

Al Qur’an menyebut gunung dengan dua perkataan bahasa Arab. Yang pertama kata jamak ‘jibal’ dan disebut sebanyak 33 kali, manakala kata tunggal ‘jabal’ disebut enam kali dan yang kedua kata ‘rawasi’ yang diulang sebanyak 10 kali.
Menurut Rosihan dan Fadlullah, istilah jabal lebih bersifat umum, sedangkan rawasi kemungkinan dimaksudkan khusus untuk menyebutkan gunung yang berfungsi sebagai pasak bumi. Hal ini dikuatkan pula oleh makna dasar dari-pada kata berkenaan. Kata rawasi bermakna sesuatu yang dapat membuat benda yang bergoncang menjadi diam, dalam hal ini benda yang bergoncang adalah bumi.
Penggunaan isim makrifat (al) yang mendahului kata ard dalam Surah Al-Nahl ayat 15. Isim (kata benda) ini menunjukkan pengkhususan, dalam hal ini pengkhususan bahagian tertentu daripada bumi. Ini bererti ‘gunung’ dimaksudkan dalam ayat berkenaan tidak terdapat di seluruh permukaan bumi, akan tetapi hanya pada wilayah tertentu. Wilayah berkenaan kemungkinan adalah batas-batas lempeng.
Bahagian lain setelah kata rawasi dalam ayat ini adalah perkataan an tamiida bikum yang bermakna ‘supaya ia tidak menghayun-hayunkan kamu.’ Perkataan ini mungkin menunjukkan ‘gunung’ yang dibicarakan dalam ayat itu ialah gunung berada dekat dengan permukiman manusia, yakni gunung-gunung di batas lempeng konvergen. Gunung di bawah laut (batas lempeng divergen) mungkin tidak termasuk dalam ‘gunung’ yang dibicarakan ayat ini.

2). Penyalur Pembuangan Tenaga Panas Bumi
Dengan adanya gunung pula ( gunung berapi), maka panas bumi yang berlebihan dapat tersalurkan sehingga gunung berfungsi pula sebagai penyalur pembuangan panas bumi
3). Menjaga Keseimbangan Panas antara Kutub dan Katulistiwa
Perbedaan suhu antara daerah kutub dan khatulistiwa adalah sebesar 120o C. Andaikan perbedaan panas ini terjadi pada permukaan yang rata, akan terjadi pergerakan atmosfer yang hebat. Badai hebat dengan kecepatan 1.000 km/jam akan menjungkirbalikkan dunia, menghancurkan keseimbangan atmosfer dan atmosfer akan buyar.
Bumi memiliki permukaan yang tidak rata, dan permukaan ini menghalangi timbulnya arus udara kuat ang bisa terjadi akibat perbedaan panas. Ketidakrataan ini dimulai dengan Pegunungan Himalaya antara Cina dan anak benua India, dilanjutkan dengan Pegunungan Taurus di Anatolia, dan mencapai pegunungan Alpens di Eropa melalui rangkaian gunung menghubungkan Laut Atlantik di barat dan Laut Pasifik di Timur. Di lautan, kelebihan panas yang terbentuk di khatulistiwa akan diteruskan ke utara dan selatan dengan emanfaatkan badan air ini, sehingga perbedaan panas ini seimbang.
4). Penyubur tanah.
Magma yang keluar dari dalam perut bumi mengandung mineral dan unsur hara yang menyuburkan tanah. Disamping itu gunung juga mengatur iklim lokal seperti suhu dan curah hujan. Tanpa adanya gunung berapi, maka daerah tersebut akan menjadi kering dan tandus. Sebagai contoh adalah gurun.
5). Berperan dalam siklus aliran air.
Curah hujan tertinggi adalah di wilayah gunung karena gunung membuat lembab disekitarnya. Sungai-sungai umumnya berhulu di gunung karena hal ini. Karena gravitasi, air mengalir dari gunung sampai ke lebah dan akhirnya ke laut. Penguapan di lautan terjadi untuk membentuk awan. Awan terbawa ke areal gunung mengalami penurunan suhu disana kemudian menjadi titik-titik air yang disebut hujan. Begitu seterusnya.
Jadi semua yang telah diciptakan oleh Allah SWT tidak ada yang sia-sia tetapi membawa manfaat. Semua yang ada di langit atau di bumi dapat kita mencoba pelajari untuk memetik hikmah semoga meningkatkan ketaqwaan kita terhadap Sang Maha Pencipta.
QS Yusuf 105
Artinya : “ Dan banyak sekali tanda-tanda (kekuasaan Allah) di langit dan di bumi yang mereka melaluinya, sedang mereka berpaling daripadanya”
Assalamualaikum...



Artikel terkait:



0 komentar:

Posting Komentar