Tampilkan postingan dengan label Smartphone. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Smartphone. Tampilkan semua postingan

Senin, 15 April 2013

Jaket untuk Penggila Gadget

Jika Anda memiliki berbagai gadget yang selalu menemani perjalanan Anda, terutama saat pergi traveling, pasti akan sangat terbantu dengan alat yang satu ini. Bukan tas atau organizer, namun sebuah jaket yang didesain dengan banyak saku yang disesuaikan dengan dimensi produk-produk gagdet terkini.

Jaket yang disebut Tropiformer ini diciptakan oleh Scottevest, sebuah perusahaan yang dikenal dengan produk pakaian terutama jaket. Bekerjasama dengan ThinkGeek, Scottevest menciptakan jaket multisaku sehingga bisa digunakan untuk menampung sejumlah gagdet dan barang-barang lainnya. Jaket ini diciptakan untuk para wisatawan yang gila gadget dan tak mau meninggalkan gadget-gadgetnya saat melakukan perjalanan wisata.

Tropiformer dilengkapi dengan 22 saku dengan ukuran yang bermacam-macam yang bisa digunakan untuk mengantongi barang yang sesuai dengan ukuran saku tersebut. dari smartphone, tablet hingga kamera bisa dimasukkan di sana. Salah satu saku jaket tersebut didesain khusus untuk smartphone dimana di dalamnya disertai dengan penutup yang tembus pandang sehingga Anda tetap bisa mengoperasikan smartphone tanpa harus mengeluarkannya dari dalam jaket.
Jaket tersebut didesain dengan bagian lengan yang bisa dilepas yang dilengkapi dengan magnet pada bagian sambungan sehingga Anda bisa mengubah jaket tersebut menjadi sebuah rompi yang trendi. Tropiformer juga dilengkapi dengan sebuah saku besar untuk mengantongi tablet dan sejumlah saku lainnya yang lebih kecil untuk membawa benda-benda seperti kunci, dompet dan sebagainya. Dengan bahan anti air, jaket yang dipasarkan dengan harga $149.99 dan tersedia dalam berbagai macam warna ini tentu saja bisa melindungi gadget-gadget Anda dengan aman di dalamnyajika sewaktu-waktu Anda kehujanan

sumber

Selasa, 12 Februari 2013

"Charge" Ponsel dengan Tenaga Minuman


Ternyata secangkir kopi hangat atau segelas es sirup dingin bisa dipakai untuk mengisi baterai smartphone. Bagaimana caranya? Dengan memakai produk charger bernama One Puck dari perushaaan Epiphany Labs ini.


One Puck yang berbentuk serupa tatakan gelas tebal tak tersambung ke colokan listrik di tembok. Sebaliknya, ia memiliki dua sisi berwarna biru dan merah di mana pengguna bisa menaruh wadah minuman panas (sisi merah) atau dingin (sisi biru).





Lalu, mekanisme Stirling Engine di dalam One Puck mengubah perbedaan panas menjadi energi listrik yang bisa dipakai untuk mengisi baterai smartphone.

Menurut keterangan Epiphany Labs, daftar perangkat yang kompatibel termasuk semua jenis iPhone, semua jenis iPod, semua jenis ponsel Android, dan perangkat lainnya yang mengisi baterai lewat port USB dengan arus 1000 mA atau kurang.


Epiphany Labs

Mekanisme stirling engine sebenarnya sama sekali bukan barang baru. Metode pembangkitan energi ini sudah ada sejak abad 19.


Epiphany Labs sendiri tidak merinci berapa lama persisnya waktu yang dibutuhkan segelas es teh manis atau cokelat panas untuk mengisi baterai perangkat tertentu. Yang jelas, ada banyak variabel yang berpengaruh di sini, termasuk seberapa dingin/ panas minuman yang ditaruh di atasnya.

Epiphany Labs menargetkan bakal mengumpulkan dana sebesar 100.000 dollar AS melalui Kickstarter untuk memproduksi One Puck secara massal. Perangkat ini baru bisa tersedia setelah Maret 2014, tenggat untuk perolehan dana tersebut. 

One Puck memang tak sekecil charger smartphone kebanyakan, tapi masih bisa diselipkan di dalam tas atau koper tanpa banyak memakan tempat. Barangkali untuk berjaga-jaga, siapa tahu tak ada "alat" charging lain kecuali segelas minuman dingin atau panas.

Tentu, kalau tidak mau repot-repot mencari minuman setiap kali ponsel lowbatt, pengguna pun bisa memanfaatkan power bank portable yang saat ini sudah banyak tersedia.



Sabtu, 08 Desember 2012

iPhone 5 Case Ini Bisa Anda Makan


Untuk mereka yang menggunakan telepon genggam, casing menjadi salah satu aksesoris yang tepat untuk memberikan perlindungan ekstra terhadap telepon genggam. Casing yang ditawarkan di pasar juga beraneka ragam, mulai dari casing standar hingga yang memiliki desain lucu dan unik. Untukcasing yang satu ini tidak menawarkan perlindungan ekstra, tetapi casing ini bisa Anda dimakan!

Didesain dan dibuat oleh Marikocasing khusus iPhone 5 ini terbuat dari kue beras atau dikenal dengan nama Senbei di Jepang. Karena murni terbuat dari kue beras yang dibentuk menjadi casingiPhone 5, tentunya casing ini tidak tepat untuk mereka yang memerlukan casing sungguhan karena Survival Senbei Rice Cracker iPhone 5 Case ini akan pecah dan rusak jika terbentur benda keras atau terjatuh ke lantai. Fungsi utama dari casing unik ini memang hanya satu: untuk dimakan.
Survival Senbei Rice Cracker iPhone 5 Case dijual dengan harga $81 dan memiliki masa kadaluwarsa 1 bulan setelah pengiriman barang dilakukan ke rumah pemesannya. Terdengar aneh, memang, jika ada orang yang sungguhan mau membeli casing yang dapat dimakan ini. Walau begitu, produk ini ternyata mengundang banyak ketertarikan dan langsung habis terjual di situs Japan Trend Shop! Tertarik untuk membelinya?

Jumat, 07 Desember 2012

Mengatur Jok Mobil dengan Smartphone

Untuk mencapai kenyamanan mengemudi yang sempurna, kita masih harus mengatur posisi jok dengan menarik tuas, mendorong sandaran, dan memutar kenop yang terletak di sisi-sisi jok. Namun, teknologi mempermudah proses tersebut dengan memanfaatkan teknologi smartphone dan konektivitas Bluetooth.
Pemasok suku cadang otomotif Faureciamenunjukkan masa depan jok mobil yang terhubung dengan smartphone. Melalui aplikasi mobile, pengemudi dapat mengatur posisi duduk paling nyaman dan menyimpan pengaturan tersebut untuk penyesuaian secara otomatis di kemudian hari.
Faurecia juga menyediakan dua model jok. Yang pertama adalah Urban Rhythm yang Faureciasebut mengusung desain “bio-sympathetic”. Kenyamanan pengemudi ditopang dengan jok yang memiliki ketebalan 30mm, lebih tipis secara signifikan dibanding jok yang umumnya memiliki ketebalan 60—120mm. Namun, desain jok ini ditujukan untuk mengurangi bobot kendaraan yang secara otomatis berpengaruh terhadap tingkat efisiensi bahan bakar.
Yang kedua adalah La-Z Boy, jok yang dilengkapi 12 jenis pengaturan, sistem SmartFit dari Faurecia, dan konektivitas Bluetooth untuk memudahkan pengaturan dengan smartphone.
Sebuah aplikasi Android akan meminta informasi dasar mengenai tinggi dan bobot badan, serta jenis kelamin. Lalu, pengguna mengambil sejumlah foto diri sendiri untuk melengkapi data postur yang lebih spesifik. Setelah itu, pengguna mengayunkan smartphone ke atas dan ke bawah sambil mengulurkan tangan sehingga accelerometer dalam smartphone dapat mendeteksi jangkauan tangan pengguna.
Setelah semua data terkumpul, smartphone akan mengirim data tersebut via Bluetooth dan jok mobil akan menyediakan pengaturan yang sempurna untuk postur pengguna.
Tidak hanya itu, Faurecia pun menyertakan fungsi terapi untuk membantu menghilangkan sakit punggung, mati rasa, dan kaki pegal melalui sesi pelatihan mengenai cara mengatur posisi duduk yang baik dan benar.

Google Meluncurkan Snapseed untuk Android, Versi iOS Kini Gratis


Saat Nik Software diakuisisi Google bulan September lalu, salah satu yang termasuk dalam pembelian itu adalah Snapseed, aplikasi photo editing yang sangat populer di iOS. Dengan akuisisi tersebut, banyak pihak berspekulasi bahwa Google bermaksud melawan Instagram yang kini sudah menjadi Facebook.

Apakah benar begitu? Yang pasti, dengan peluncuran Snapseed untuk Android kemarin, Google semakin menancapkan kukunya di bidang photo editing dan photo sharing. Aplikasi Snapseed untuk Android ini bisa didapat dengan cuma-cuma dan memungkinkan Anda untuk mengolah foto secara ekstensif. Aplikasi ini juga terintegrasi dengan Google+ sehingga Anda dapat langsung berbagi fotoke G+ Circle atau men-tag teman Anda.
Product manager Snapseed, Josh Haftel, mengatakan bahwa Snapseed tidak ditargetkan untuk pengguna Instagram, tetapi lebih ke fotografer serius. “Snapseed tidak seperti Instagram yang sekaliklik selesai. Anda digoda untuk lebih banyak berkreasi dengan filter yang tersedia, dari saturasi warna sampai efek flare,” tutur Haftel kepada The Verge.
Sebelumnya pengguna iOS harus membayar USD5 untuk dapat menggunakan Snapseed. Namun, bersamaan dengan diluncurkannya Snapseed untuk Android secara cuma-cuma, versi iOS kini juga digratiskan. Mau mencoba?

Snapseed untuk Android (Google Play Store)

Snapseed untuk iOS (iTunes App Store)

SUMBER

Kepolisian Mumbai Perketat Kepemilikan SIM Card


Menyusul maraknya aksi terorisme dan penipuan yang melanda negara India, Kepolisian Mumbaimemberlakukan peraturan baru terkait pada kepemilikan SIM Card. Menurut Times India, KepolisianMumbai telah memberlakukan peraturan baru untuk para operator dimana mereka wajib memverifikasi alamat subscriber secara fisik sebelum mereka menjual SIM Card-nya.
Sebelumnya, seperti di negara-negara berkembang lainnya, termasuk Indonesia, di ibu kota negara India tersebut sangatlah mudah untuk menjadi pelanggan salah satu penyedia layanan mobile. Tinggal membeli SIM Card di toko-toko seluler yang banyak bertebaran di semua tempat, mendaftar seadanya, dan Anda sudah bisa mengaktifkan sebuah SIM Card untuk digunakan melakukan kegiatan komunikasi, seperti menelpon, mengirim SMS, mengakses email dan Internet, serta kegiatan lainnya. Namun kini, setelah keluar peraturan baru, memiliki sebuah SIM Card di Mumbai akan menjadi lebih sulit karena pelanggan baru wajib mencantumkan alamat asli dan harus diverifikasi oleh si operator yang bersangkutan sebelum mereka bisa mengaktifkan kartu seluler mereka tersebut.
Langkah itu sendiri memang harus diambil menyusul kekhawatiran pada serangan teroris dan lemahnya sikap operator layanan seluler terhadap situasi yang terjadi di Mumbai tersebut. Menurut pernyataan Komisaris Polisi Himanshu Roy, sejumlah besar SIM Card telah dibeli dengan nama palsu yang digunakan untuk melakukan kegiatan terorisme di India sehingga mereka meminta para operator layanan seluler untuk mengikuti secara ketat pedoman dari kementerian telekomunikasi tanggal 9 Agustus 2012.
“Kami telah mendaftarkan kasus pidana terhadap orang-orang yang mendaftarkan alamat palsu dan daftar kartu telah diserahkan ke operator yang bersangkutan untuk dinonaktifkan. Namun sayang, saat kartu-kartu tersebut telah dinonaktifkan, operator tidak memulai proses pidana terhadap pelanggan yang bersalah tersebut sehingga usaha tersebut menjadi sia-sia,” urai Roy.

Mencari Tempat Parkir dengan Smartphone


Setelah melalui kemacetan yang melelahkan, menemukan tempat parkir dengan cepat adalah harapan setiap pengemudi. Sayangnya, di tempat-tempat yang dipadati kendaraan, menemukan tempat parkir yang kosong menjadi tantangan tersendiri.
Streetline dan Cisco menjalin kerja sama untuk menjawab tantangan tersebut. Kedua perusahaan TI itu membenamkan sejumlah sensor wireless di San Francisco Bay Area untuk mewujudkan teknologi Smart Parking.
Pemasangan sensor parkir tersebut hanya memakan waktu lima sampai tujuh menit. Prosesnya diawali dengan penggalian aspal sebesar lubang golf. Sensor parkir dimasukkan ke dalam lubang tersebut, kemudian direkatkan ke tanah dengan lem spesial dan semen.
Masing-masing sensor ditempatkan di satu area parkir. Dengan “mengawinkan” magnetometer dan sensor cahaya, sensor Smart Parking mampu mendeteksi terisi atau tidaknya area parkir tersebut.
Setiap sensor memanfaatkan jaringan WiFi Cisco untuk berkomunikasi satu sama lain. Secara otomatis, rangkaian sensor menentukan koneksi paling efisien untuk terhubung ke cloud melalui gateway box internet yang terinstal di area terdekat.
Data yang dihasilkan rangkaian sensor itu dapat diakses pengguna di aplikasi Parker yang tersedia untuk platform Android dan iOS. Melalui Parker, pengguna bisa melihat jumlah tempat parkir yang tersedia, menemukan titik tersebut, dan bahkan membayar biaya parkir secara online.
Sebagai tambahan, Parker memungkinkan pengguna untuk menandai tempat parkir yang mereka pilih. Dengan demikian, mereka dapat menemukan letak kendaraan dengan mudah.
Kehadiran teknologi Smart Parking dari Streetline dan Cisco diharap dapat mengurangi polusi, serta tingkat stres pengemudi. Sayangnya, teknologi serupa baru tersedia di San Fransisco dan Sausalito. Kedua kota itu akan disusul oleh San Mateo dan San Carlos. Akankah teknologi tersebut masuk Indonesia?